KULIAH PAKAR “CEGAH STUNTING SEBAGAI INVESTASI GENERASI BERKUALITAS”

KULIAH PAKAR “CEGAH STUNTING SEBAGAI INVESTASI GENERASI BERKUALITAS”
 
PRINGSEWU – Program Studi D IV Kebidanan STIKes Aisyah Pringsewu mengadakan kuliah pakar yang bertema "Kesehatan Anak - Cegah Stunting Sebagai Investasi Generasi Berkualitas". Kuliah pakar tesebut menghadirkan 2 narasumber, yang pertama  dr. Soraya, Sp.A (Dokter spesialis anak RS Mitra Husada, Pringsewu, RS Surya Asih, Pringsewu , RS Kartini, Kalirejo) jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM Jakarta (Spesialis Anak), yang kedua Abdullah, S.KM., MPH.
 
Kegiatan kuliah pakar dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan civitas akademika Prodi D IV Kebidanan STIKes Aisyah Pringsewu, pada Kamis (16/5) di Aula Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Aisyah Pringsewu yang diikuti oleh 320 mahasiswa Prodi D IV Kebidanan dan beberapa orang Dosen STIKes Aisyah Pringsewu Prodi Kebidanan ikut hadir dalam acara tersebut.
 
Ketua panitia Eka Tri Wulandari, SST, M.Kep. mengatakan, kegiatan kuliah pakar ini diharapkan bisa menjadi atmosfer akademik yang positif sehingga mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas saja tetapi akan bisa mendapatkan dari para pakar, pengabdian lapangan dan dari mendapatkan pendidikan. Kepada mahasiswa D IV STIKes Aisyah Pringsewu Prodi D IV Kebidanan dapat menyerap pengetahuan dan pengalaman yang akan diberikan oleh narasumber sebagai bekal untuk menjadi Bidan yang dapat diandalkan dan dapat memperkuat keilmuan tentang kebidanan, karena Bidan adalah garda terdepan dalam kesehatan, kegiatan kuliah pakar ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan vokasional Bidan karena profesi Bidan terus meningkatkan perubahan dari periode ke periode, ucapnya.
 
Dalam presentasinya dr. Soraya, Sp. A mengatakan, stunting adalah perawakan pendek yang disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang atau malnutrisi kronik akibat asupan nutrisi yang tidak optimal, misalnya karena ketidaktahuan orang tua tentang ASI/MPASI yang benar, kemiskinan, dan lain-lain atau kebutuhan nutrisi yang meningkat akibat kondisi kesehatan suboptimal akibat penyakit, misalnya diare akibat sanitasi lingkungan yang buruk, ISPA berulang akibat tidak diimunisasi.
 
 
Beliau juga menjelaskan, penyebab stunting ibu hamil dengan gizi kurang sebelum dan selama hamil gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin, bayi berat lahir rendah, pemberian ASI yang tidak memadai dan makanan tambahan (MP ASI) yang tidak sesuai, penyakit infeksi yang berulang, seperti diare dan infeksi pernapasan. Menurut UNICEF disebabkan faktor kemiskinan, pengetahuan masyarakat akan gizi.
 
Pencegahan stunting pada bayi efektif dilakukan pada seribu hari pertama kehidupan yaitu :
-  Pada ibu hamil memperbaiki gizi dan kesehatan ibu hamil, mencegah kurang energi kronis pada ibu hamil, dan mendapatkan tablet tambah darah;
- Pada saat bayi lahir dapat dilakukan persalinan ditolong bidan, dokter terlatih, inisiasi menyusu dini (IMD), ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan, dan menyusui sampai 2 tahun;
- Pada bayi berusia 6 bulan sampai dengan 2 tahun dapat dilakukan makanan pendamping ASI (MP-ASI) > 6 bulan, pemberian ASI sampai 2 tahun, bayi dan anak memperoleh kapsul vitamin A, Imunisasi dasar lengkap.
 
Sementara narasumber kedua Abdullah, S.KM., MPH menyampaikan materi "Epidemiologi Kejadian Stunting di Provinsi Lampung" dengan sistematika latar belakang, dampak dan penyebab stunting dan strategi penurunan stunting. Beliau juga menegaskan tentang kategori status gizi balita, riskesdas dan pemantauan status gizi dihadapan 320 mahasiswa Prodi D IV Kebidanan STIKes Aisyah Pringsewu.
 
 
Diakhir sesi, sambutan hangat dan antusias dari mahasiswa Prodi D IV Kebidanan STIKes Aisyah Pringsewu terlihat dari pertanyaan yang diberikan kepada narasumber.  (*/adm)