KLINIK PMC ADAKAN SILATURRAHMI DAN BUKA BERSAMA

KLINIK PMC ADAKAN SILATURRAHMI DAN BUKA BERSAMA

 

PESAWARAN – Klinik Purworejo Medical Centre (PMC) yang berada dinaungan Yayasan Aisyah Lampung melaksanakan silaturrahmi dan buka puasa bersama (bukber) bersama ratusan warga desa Purworejo serta memberikan santunan kepada anak yatim piatu di desa setempat, Sabtu (25/5).
 
dr. Catur selaku penanggung jawab mengatakan, bahwa kegiatan tersebut untuk menjalin silaturrahmi dan menjalin ukhuwah islamiyah Klinik Purworejo Medical Centre (PMC) dengan warga setempat. Beliau juga mengatakan, selain menjalin silaturrahi dan menjalin ukhuwah islamiyah dibulan suci ramadhan ini Klinik Purworejo Medical Centre (PMC) memberikan 100 bingkisan kepada warga dan 59 santunan kepada anak yatim piatu, ucapnya. Susunan Acara tersebut pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan dan pemberian santunan, tausyiah.
 
Pembina Yayasan Aisyah Lampung Isnaidi Guswantoro dalam sambutannya mengatakan, Purworejo Medical Centre (PMC) buka bersama yang pertama di Kampus Aisyah, dan yang kedua di Desa Purworejo Kabupaten Pesawaran.
 
 
Beliau juga mengucapan terimakasih atas kepercayaannya  warga Purworejo dan negerikaton pada umumnya kesempatan bagi Yayasan Aisyah untuk mendirikan atau melaksanakan pelayanan berupa pendirian klinik pertama yaitu Klinik Purworejo Medical Centre (PMC), tapi saya amati lebih terkenal dengan Klinik Aisyah. Padahal kami ingin memberikan sebuah kebanggaan khususnya bagi masyarakat Purworejo makanya namanya Purworejo medical centre (PMC) bukan Aisyah Medical Centre.
 
Isnaidi juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Zainal yang dulu juga menginspirasi, kami juga berusaha turut serta ingin memajukan desa ini. Kalau dulu sebelumnya sesepuh saya, saudara saya Mbah Mansyur dari Gadingrejo. Mudah-mudahan saya selaku saudaranya bisa merintis dibidang kesehatan.
 
Beliau menambahkan, buka bersama ini bertujuan mempererat silaturrahmi atau ukhuwah islamiyah dimana nanti bisa terbina sebuah tali silaturrahmi bukan hanya persaudaraan atau persahabatan tapi tali silaturrahmi yang benar-benar dengan adanya klinik tersebut bermanfaat yang bukan hanya berlaku untuk jajaran menengah keatas tapi juga berlaku untuk menengah kebawah. Jadi kami komitmen apabila ada masyarakat yang kurang mampu misalnya dalam pembiayaan atau kesulitan tentang biaya nanti bisa langsung menghadap, disini ada dr. Siti, dr. Catur, dr. Yan dan atau ada perawat/bidan silahkan, jadi kami tidak akan memberatkan tentang biaya dan kami komitmen dengan Bapak Zainal bahwa klinik ini nanti bisa bermanfaat untuk kalangan masyarakat semuanya, tidak memandang status ekonomi dan status sosial.
 
 
Besar harapannya, semoga kegiatan buka bersama ini nantinya bisa berkelanjutan, sehingga nanti kami harapkan bisa diperluas lagi termasuk sembako dan santunan. Mohon do'anya semoga kedepan kami bisa melakukan seperti di STIKes Aisyah yang sudah memberikan 500 orang lebih hadirin hadiratnya. Ini merupakan sebuah awal yang baik, jadi kami tidak hanya bermanfaat di kliniknya tapi secara sosial dan kesejahteraannya juga bisa bermanfaat dengan baik. Mohon nantinya bimbingan dan arahan pada bapak Kepala Desa dan jajarannya wabil khusus kepada Bapak Zainal jangan bosan berikan nasehat-nasehat kepada kami dan mohon tausyiah-tausyiahnya Ustadz Sahid Robani, jadi kami siap kalau di Kampus Aisyah ada pelajaran Tahsin mungkin disini silahkan untuk dikasih tahsin karena kami tidak mengijinkan yang bekerja di klinik Purworejo Medical Centre tidak bisa membaca Al-Qur'an. Jadi kami wajibkan kepada keluarga besar Aisyah baik itu di institusi STIKes Aisyah Pringsewu, STT Aisyah Pringsewu, AKBID MBN dan termasuk di Klinik Purworejo Medical Centre kalau tidak bisa mengaji tidak usah bekerja di Klinik Purworejo Medical Centre, karena basicnya agama dan itu malu maluin. Bahkan kami komitmen kalau tidak sholat kami keluarkan kalau bekerja di Aisyah, ya supaya kami semuanya tidak hanya menyelamatkan dunia saja tetapi juga menyelamatkan akheratnya. Semoga acara ini bermanfaat dan bisa berkelanjutan.
 
Dalam sambutannya Sutopo selaku kepala desa Purworejo mengatakan, sangat berterima kasih dengan diadakan silaturrahmi dan buka bersama ini, dan beliau sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Beliau juga mengucapkan terima kasih keberadaan Klinik Purworejo Medical Centre (PMC) yang sangat bermanfaat dan membantu bagi warganya. Insya'Allah klinik Purworejo Medical Centre (PMC) akan semakin berkembang dan berkiprah didunia kesehatan, khususnya bagi warga desa Purworejo, ucapnya.
 
Masuklah ke agenda utama, yaitu ceramah agama yang dibawakan oleh Ustadz Syahid Rabbani. Beliau mengatakan, bersungguh sungguh meningkatkan amal ibadah bulan ramadhan. tahukah kita Nabi SAW itu ketika bulan Ramadhan beliau dijuluki sebagai orang yang sangat dermawan.
 
 
Dalam hadist yang berbunyi:
 
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ (أَجْوَدَ) مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
 
 Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan beliau semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim).
 
Beliau juga menegaskan bahwa shodaqoh adalah salah satu sarana untuk bisa meluluhkan hati kita yang keras dan juga shodaqoh itu bisa menghapus dosa sebagaimana air bisa memadamkan api. Dan Allah SWT berfirman dalam surat Al Munafiqun tentang cita-cita seorang mayit :
 
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
 
 Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh? (QS. Al-Munafiqun : 10).
 
Jadi kalau misalnya si mayit itu dikasih waktu 1 menit saja untuk kembali kedunia maka mereka akan bersodaqoh dan bertaubat menjadi orang yang soleh.
 
Kenapa mereka bersodaqoh, karena sodaqoh merupakan amal jairiyah. Amal jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah meninggal dunia. Amalan tersebut terus menghasilkan pahala yang terus mengalir kepadanya.
 
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
 
“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu didoakan orang tuanya.” (HR. Muslim).
 
Sodaqoh itu selain bermanfaat bagi yang memberinya juga akan melahirkan sebuah cita-cita besar didalam islam yaitu ukhuwah islamiyah.
 
Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan dalam Islam. Maknanya adalah memperlakukan setiap orang Islam sebagai saudara, tidak terbatas oleh negara, ras, suku maupun warna kulit.
 
Mengenai hal ini Allah SWT berfirman,
 
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚوَاتَّقُوا اللَّـهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
 
Orang-orang beriman itu bersaudara. Maka eratkanlah hubungan antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujurat : 10)
 
Ustadz juga menegaskan, kalau anda hatinya dekat, hatinya teduh, hatinya layin, maka kata Rasulullah SAW berikanlah makan kepada orang yang dhuafa yang miskin dan juga usaplah rambutnya anak-anak yatim. Maka Alhamdulillah disinilah mengapa didalam status manusia itu ada yang diberikan karunia yang kaya dan ada yang diberikan karunia yang dhuafa, semuanya ada hikmahnya.
 
Perlu kita tahu bahwa kesuksesan, begitu pula harta yang Allah SWT anugerahkan itu semua hanyalah titipan dari-Nya. Allah SWT berfirman,
 
آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ
 
 “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7)
 
Bahkan Nabi SAW menegaskan sendiri bahwa harta tidaklah mungkin berkurang dengan sedekah. Beliau bersabda,
 
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ 
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim)